Komitmen Organisasi: Telaah Teoritis dan Empiris

Segera Terbit

Komitmen Organisasi: Telaah Teoritis dan Empiris

Penulis: Liche Seniati

 

Komitmen organisasi merupakan perilaku
organisasional yang ditampilkan oleh
setiap anggota organisasi yang dipengaruhi
oleh berbagai faktor dan berdampak pada
berbagai perilaku organisasional lainnya.
Banyak penelitian yang dilakukan mengenai
komitmen organisasi pada berbagai bentuk
organisasi. Teori tentang komitmen organisasi
sudah berkembang sejak tahun 1960an dan
dikemukakan oleh berbagai tokoh dengan
konsep yang berbeda-beda. Sampai saat ini,
penelitian tentang komitmen organisasi masih
merupakan topik yang menarik untuk diteliti.
Mowday, Porter, dan Steers (1982)
menyatakan
bahwa perhatian terhadap
komitmen organisasi didasari oleh adanya

kemampuan komitmen organisasi untuk
meramalkan tingkah laku karyawan dalam
organisasi dan munculnya ketertarikan
dari pihak manajer dan ilmuwan terhadap
usaha peningkatan tingkah laku karyawan
yang diinginkan organisasi. Greenberg
dan Baron (1993) menyatakan bahwa
pengetahuan tentang komitmen organisasi
dapat memperluas pemahaman tentang
proses-proses psikologis yang lebih
utama yang terjadi pada karyawan dalam
mengidentifikasi dan memahami objek
yang ada di lingkungannya. Karyawan yang
memiliki komitmen yang tinggi akan lebih
termotivasi untuk hadir dalam organisasi dan
berusaha mencapai tujuan organisasi. Selain
itu, mereka lebih stabil dan lebih produktif
sehingga akan lebih menguntungkan bagi
organisasi. Secara umum konstruk komitmen
organisasi dapat bersifat uni-dimensional
atau multi-dimensional.
Komitmen organisasi
sebagai konstruk uni-dimensional dikemukakan
oleh Mowday dkk (1982) yang melihat
komitmen sebagai komitmen
afektif. Adapun
konstruk multi-dimensional
dikemukakan
oleh Allen dan Meyer (1990) dengan teori The
Three-Component Model of Commitment
(TCM), yaitu komponen Komitmen Afektif
(Affective Commitment), Komitmen Rasional
(Continuance Commitment), dan Komitmen
Normatif (Normative Commitment). Tidak
terlalu mudah untuk mengalihbahasakan
Continuance Commitment. Ada yang
menggunakan
istilah komitmen kontinuans,
ada juga yang menyebut Komitmen
Bersinambung. Pada buku ini, istilah yang
digunakan adalah Komitmen Rasional karena

anggota organisasi melakukan pertimbangan
rasional dalam memutuskan
bertahan atau
meninggalkan organisasi. Pertimbangan lain
pemilihan kata Komitmen Rasional adalah
agar sejalan dengan Komitmen Afektif
yang didasarkan pada keterikatan secara
emosional dan Komitmen Normatif yang
didasarkan pada adanya tanggung jawab
moral.


Buku ini akan memberikan penjelasan
mengenai
perkembangan teori komitmen
organisasi sejak awal sampai saat ini, pengukuran
komitmen organisasi serta hasil
pengujian reliabilitas dan validitas dari alat ukur
komitmen organisasi, hasil-hasil penelitian
mengenai komitmen organisasi sebagai
anteseden (faktor yang mempengaruhi
variabel lain), sebagai konsekuensi dari
variabel-variabel lain, serta sebagai variabel

mediator ataupun moderator. Hasil penelitian
akan diambil dari penelitian dari berbagai
negara yang dipublikasikan dalam jurnal
ilmiah internasional maupun nasional serta
hasil penelitian skripsi, tesis, dan disertasi
yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas
Indonesia.
Komitmen organisasi menjadi topik
yang akan terus menarik untuk diteliti pada
berbagai generasi karena setiap generasi
memiliki karakteristik, pola hidup, dan
pengalaman yang berbeda yang dapat
mempengaruhi komitmen mereka pada
organisasi. Selain itu, komitmen organisasi
juga dapat diteliti pada berbagai jenis
organisasi yang berbeda karena setiap
organisasi mempunyai ciri, tujuan, dan
tuntutan yang berbeda. Penelitian tentang
komitmen organisasi juga dapat dilakukan

pada berbagai jabatan yang berbeda karena
ada situasi kerja yang berbeda dalam setiap
jabatan. Semoga buku ini dapat memperluas
pengetahuan, pemahaman, dan peluang
penelitian
mengenai komitmen organisasi.

About the Author: admin

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *