Bedah Tangan Tanpa Turniket Sebagai Model Pengembangan Inovasi Layanan Bedah Untuk Kesiagaan Layanan Unggul Bersaing

Segera Terbit

Bedah Tangan Tanpa Turniket Sebagai Model Pengembangan Inovasi Layanan Bedah Untuk Kesiagaan Layanan Unggul Bersaing

Penulis : Theddeus Octavianus Hari Prasetyono

Seperti berbagai organ lain di bagian manapun tubuh kita, tangan akan mendapatkan perhatian istimewa ketika mengalami gangguan fungsi tanpa mengesampingkan kepentingan unsur estetik. Trauma tangan tidak saja menghentikan fungsi primernya namun juga menghambat interaksi sosial penderitanya. Trauma tangan dalam catatan epidemiologis menurut survei Riskesdas (Riset Kesehatan Nasional) pada tahun 2018 tercatat sebanyak 32.7% dari trauma secara keseluruhan yang meliputi ragam cedera seperti vulnus laceratum, ruptur tendon fleksor dan ekstensor, fraktur dan dislokasi, cedera saraf, cedera ujung jari dan amputasi. Insidens di dalam negeri ini tidak jauh berbeda atau sama dengan insidens yang dijumpai di beberapa negara lain. Di Amerika Serikat, insidens trauma tangan tercatat sebesar 182 per 10.000 orang.

Walaupun merupakan bagian trauma, luka bakar mendapatkan perhatian tersendiri dalam dunia kedokteran mengingat jenis trauma ini dikenali sebagai the most devastating and debilitating injury.Tangan dapat diperkirakan akan terlibat dalam luka bakar bila seseorang mengalami luka bakas luas, yaitu setidaknya seluas 25% LPT (luas permukaan tubuh). Dalam tatalaksana pasien luka bakar luas sering kali kesembuhan tangan diikuti dengan gangguan fungsi dan kecacatan yang hebat dan sangat menurunkan performa pasien dalam aktivitas fisik dan fungsi sosial. Pasien luka bakar tangan rata-rata memerlukan waktu selama 12 bulan untuk kembali ke pekerjaan semula dan bahkan harus mengalami penyesuaian kerja atau kehilangan pekerjaannya.


Selain trauma, masalah medis tangan juga meliputi lesi tumor, baik jinak maupun ganas selain lesi mirip tumor. Tumor dapat mengenai semua jenis jaringan pada tangan, baik kulit, lemak, pembuluh darah dan limfa, saraf, tulang dan jaringan sinovia. Sebagai gambaran besar masalah yang terkait dengan topik kuliah ini, lesi dan tumor jinak tangan (dan bukan yang ganas) dijumpai sebesar 99% dari seluruh tumor tangan yang sebagian besar (98%) adalah tumor jaringan lunak.6,7 Lesi jinak tersering adalah kista ganglion yang dapat menjangkau 15% – 65% tumor pada tangan dan pergelangan tangan. Ganglion merupakan lesi kistik yang berisi gel musinus yang dibentuk oleh lapisan sinovium sendi atau selubung tendon. Beberapa hipotesis patofisiologi ganglion yang dapat diacu meliputi degenerasi mukoid, herniasi sinovial, serta trauma repetitif dan kronis pada kapsul atau ligamen persendian. Ganglion sering terkait dengan sendi skafolunatum atau radiokarpalis.


Walaupun pada umumnya ganglion tidak menimbulkan nyeri, pasien dapat mengalami keluhan akibat efek tekan atau desak ganglion di dorsum pergelangan tangan pada n. interoseus posterior atau pada n. medianus akibat posisi ganglion di terowongan karpal dan juga pada n. ulnaris yang melalui kanal Guyon.7 Pada umumnya, pasien yang sudah merasakan ganglionnya sangat mengganggu akan ke area tangan dan pergelangan tangan. Secara praktis semua jaringan distal dari lokasi penempatan manset yang menjerat dengan tekanan sangat tinggi tersebut (rerata 250 mmHg pada pasien dewasa) akan mengalami status iskemia selama operasi berlangsung. Status iskemia secara berurutan akan diikuti dengan kejadian reperfusi ketika turniket dideflasi.


Kondisi iskemia dan reperfusi memungkinkan terbukanya ruang bagi kita untuk bertanya apakah operasi ganglion dapat dikerjakan tanpa harus disertai kompleksitas persiapan pra-operasi karena operasi harus dikerjakan di kamar operasi dalam bius umum atau regional. Memang benar bahwa kompleksitas operasi ganglion tidak dapat dipungkiri akan disertai dengan kemungkinan dokter bedah harus berurusan dengan upaya menelusuri kapsul ganglion hingga ke dasar mencapai ligamentum skafolunatum dengan menyibakkan tendon ekstensores; biasanya ganglion berada di antara tendon EPL (ekstensor pollicis longus) dan EDC (ekstensor digitorum komunis). Pada ganglion di sisi volar pergelangan tangan, dokter bedah bahkan memerlukan keterampilan diseksi yang baik untuk menghindari cedera . radialis ketika bermanuver menjangkau ligamentum radiokarpalis; maka timbullah kesempatan untuk merespon pertanyaan apakah operasi dapat dikerjakan tanpa turniket untuk menghindari pekerjaan di kamar operasi yang memfasilitasi bius umum dan regional. Apakah mungkin lapangan operasi dapat disertai kondisi clear and clean tanpa turniket?

About the Author: admin

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *