BUKU AJARDeteksi Bakteri Asal OralSecara Konvensional dan Bio-molekuler

Segera Terbit

BUKU AJAR
Deteksi Bakteri Asal Oral Secara Konvensional dan Bio-molekuler

Penulis :
Prof. drg. Ariadna A. Djais, M.Biomed., Ph.D., PBO. ; drg. Citra Fragrantia Theodorea, M.Si., Ph.D.

Deteksi bakteri secara konvensional, yakni dengan cara menumbuhkan bakteri pada media pertumbuhan bakteri sudah dikenal sangat lama. Media pertumbuhan bakteri yang cocok serta faktor lain yang mendukung bakteri tersebut dapat tumbuh optimal sangat berpengaruh terhadap hasil deteksi. Karakteristik atau sifat dari bakteri yang akan ditumbuhkan harus dikuasai sempurna, untuk mendapatkan hasil yang diharapkan. Adapun media pertumbuhan bakteri kadang tidak optimal dalam melengkapi nutrisi yang dibutuhkan oleh bakteri yang ingin dicari. Misalkan genus bakteri oral Veillonella, agar bakteri tersebut dapat tumbuh dengan sempurna dibutuhkan tambahan asam laktat pada media pertumbuhan nya. Karena asam laktat tersebut penting untuk proses metabolisme bakteri tersebut.


Koloni bakteri yang tumbuh hasil biakan dari media pertumbuhan bakteri perlu diperhatikan besar koloni, bentuk, warna, konsistensi, tampilan pinggir koloni seperti apa, informasi tersebut diperlukan untuk mendukung kesimpulan hasil deteksi. Misalnya beberapa spesies bakteri oral asal poket periodontal memberikan tampilan koloni bewarna hitam, karakteristik warna koloni dapat membantu dalam menentukan kesimpulan hasil deteksi.


Deteksi awal dilakukan menggunakan pewarnaan diferensial, pewarnaan Gram dapat membedakan kelompok bakteri positif yang tampak bewarna ungu dan kelompok bakteri Gram negatif yang terlihat bewarna merah. Hasil yang akurat dari tehnik pewarnaan tersebut dipengaruhi oleh kualitas zat warna yang digunakan, untuk itu harus diperhatikan waktu kadaluarsa dari bahan tersebut. Menggunakan bahan yang kadaluarsa akan mengacaukan kesimpulan hasil dalam mendeteksi bakteri.

Buku ini fokus menelaah cara mendeteksi bakteri, khususnya bakteri yang berasal dari oral. Pemahaman cara mendeteksi bakteri oral perlu diketahui oleh mahasiswa Kedokteran Gigi, dokter gigi serta tenaga kesehatan lain nya. Di dalam mulut manusia, telah dilaporkan terdapat atau telah dikenal sebanyak sekitar 600 spesies bakteri. Selain dari ratusan spesies bakteri yang telah dikenal tersebut, masih terdapat ratusan spesies bakteri lainnya yang belum dikenal dan juga bermukim di rongga mulut manusia. Ratusan spesies bakteri oral tersebut diketahui berperan terhadap terjadinya penyakit infeksi di dalam mulut.
Tehnik cara mendeteksi bakteri oral berkembang dengan pesat, pada buku ini dibahas konsep mendeteksi bakteri yang berpatokan pada fenotip yang dikenal dengan sebutan deteksi bakteri secara konvensional. Selain itu tehnik lain yang dibahas dalam buku ini berpatokan pada genotip, atau cara deteksi bakteri secara bio-molekuler. Kedua tehnik tersebut mempunyai kekurangan serta kelebihan masing-masing, sehingga untuk menentukan cara mana yang akan dipilih tergantung dari tujuan pemeriksaan.


Keberadaan ratusan spesies bakteri dalam mulut bersifat dinamis, mereka berinteraksi antar mereka dan juga berinteraksi dengan sel inang dimana mereka berdomisili. Faktor lingkungan berpengaruh atas kesetabilan interaksi tersebut, perubahan lingkungan dapat menyebabkan kondisi normal dalam rongga mulut dapat berubah. Kondisi tersebut melanjut menjadi oral disease seperti gigi berlubang, gusi mudah berdarah, infeksi pada mukosa mulut dan infeksi di jaringan periodontal. Telah dilaporkan keadaan tersebut sangat berkaitan dengan keberadaan atau komposisi oral bakteri di lokasi masing-masing. Terkait dengan fenomena tersebut, pemahaman cara mendeteksi bakteri oral menjadi penting. Bakteri yang terdeteksi mempunyai korelasi positif dengan etiologi penyakit dalam mulut, serta dapat menjadi arahan pada aplikasi klinik pada tindakan terapi.

About the Author: admin

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *