Pekerja Migran Indonesia & Terorisme Menguak Jeratan Jaring-Jaring Terorisme Pada Pekerja Migran Indonesia

SEGERA TERBIT

Pekerja Migran Indonesia & Terorisme Menguak Jeratan Jaring-Jaring Terorisme Pada Pekerja Migran Indonesia

Penulis : Tegar Bimantoro

Buku PMI &TERORISME (Menguak Jeratan Jaring-Jaring Terorisme pada Pekerja Migran Indonesia) yang di angkat dari karya tesis penulis yang berjudul PELIBATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI) DALAM KEJAHATAN TERORISME (STUDI KASUS DUA ORANG MANTAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA) telah terselesaikan dengan sempurna.

Sebagai salah satu negara terbesar di Asia Tenggara dan negara dengan penduduk beragama Islam terbesar di dunia, Indonesia telah mengalami sejumlah kasus terorisme dalam beberapa dekade terakhir. Tidak hanya menimbulkan kerugian dalam bentuk korban jiwa dan harta benda, serangan-serangan terorisme juga menimbulkan ketakutan dan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Sejak awal 2000-an, Indonesia telah mengalami beberapa serangan teror yang mematikan. Tepat pada malam natal tahun 2000, terjadi peledakan bom secara serentak di gereja-gereja yang ada di tiga belas kota di Indonesia, mulai dari Medan, Pekanbaru, Jakarta, Mojokerto, Mataram, dan lain-lain. Terdapat 16 orang korban meninggal dan 96 orang korban luka-luka pada kejadian tersebut.

Sayangnya, meskipun Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi terorisme, salah satunya dengan membentuk Densus 88 dan BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme), serangan-serangan masih terus terjadi. Hanya dalam waktu satu tahun setelah peledakan Bom Bali, terjadi peledakan bom di Hotel Marriott dan Kedutaan Besar Australia di Jakarta. Pada serangan tersebut terdapat dua belas orang korban tewas dan lebih dari seratus lima puluh orang mengalami luka. Kemudian pada tahun 2004, bom meledak di sebuah stasiun bus di Jakarta, menewaskan 10 orang dan melukai puluhan lainnya. Serangan besar lainnya terjadi pada tahun 2009. Kembali terjadi peledakan bom di Jakarta, yaitu di di Hotel J.W. Marriott dan Hotel Ritz-Carlton. Ada sembilan orang korban tewas dan lebih dari lima puluh orang korban luka-luka pada kejadian tersebut.

Sebagian besar aksi terorisme di Indonesia dilakukan oleh kelompok-kelompok Islam yang menganut paham radikalisme. Sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, kebanyakan dari penganut Islam di Indonesia menjalankan agama mereka dengan moderat. Meski demikian, terdapat sebagian kecil dari mereka yang berafiliasi dengan organisasi-organisasi Islam radikal.
Organisasi Islam radikal di Indonesia umumnya berusaha untuk memperjuangkan pandangan mereka yang konservatif dan puritan dalam ajaran Islam. Mereka menolak cara hidup modern dan pluralisme, dan cenderung menggunakan kekerasan sebagai alat untuk mencapai tujuan mereka.

Hingga saat ini, kelompok-kelompok radikal dan teroris masih aktif, bukan hanya dalam melakukan aksi tapi juga dalam menyebarkan paham radikalisme serta merekrut anggota-anggota baru untuk dilibatkan dalam aksi-aksi terorisme yang mereka rencanakan. Penyebaran paham radikalisme dan perekrutan ini dijalankan terutama menyasar pada kelompok-kelompok rentan, salah satunya pada Pekerja Migran Indonesia.

About the Author: admin

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *