Hilirisasi Inovasi Dermatologi Kosmetik Mendukung Penguatan Kebijakan Tingkat Komponen dalam Negeri

Segera Terbit

Hilirisasi Inovasi Dermatologi Kosmetik Mendukung Penguatan Kebijakan Tingkat Komponen dalam Negeri

Penulis : Irma Bernadette T. Simbolon Sitohang

Perkiraan Harga Jual : Di bagikan Gratis dalam bentuk ebook dan cetak

Dermatologi kosmetik merupakan cabang ilmu Dermatologi dan Venereologi yang berfokus pada perbaikan kulit dan estetika. Institusi Pendidikan Dokter Spesialis (IPDS) Dermatologi dan Venereologi di Indonesia saat ini tersebar di tiga belas pusat studi dari barat ke timur, yaitu Universitas Sumatera Utara, Universitas Andalas, Universitas Sriwijaya, Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Sebelas Maret, Universitas Diponegoro, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Udayana, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Sam Ratulangi.


Dermatologi kosmetik merupakan salah satu divisi di program studi dokter spesialis Dermatologi dan Venereologi. Saat ini, diagnosis yang umum ditemukan di divisi dermatologi kosmetik di setiap IPDS adalah akne vulgaris (AV), kelainan pigmentasi, dan aging skin atau penuaan kulit. Diagnosis penyakit ini tidak mengancam jiwa, namun dapat menyebabkan gangguan kualitas hidup atau bahkan depresi pada pasiennya.


AV adalah penyakit inflamasi kronis pada unit folikel pilosebasea di area wajah, leher, dada dan punggung dengan manifestasi klinis berupa komedo, papul, pustul, nodus, dan pseudokista. Global Burden of Disease Project memperkirakan prevalensi AV berkisar 9,4%, menempatkannya sebagai peyakit kulit urutan ke delapan terbanyak di dunia. Akne vulgaris memengaruhi kualitas hidup dan psikologis seseorang sehingga pemahaman tentang patofisiologi dan pemilihan terapi yang tepat diperlukan dalam penatalaksanaan pasien AV.

Prinsip penatalaksanaan AV adalah mengurangi gejala penyakit, menyembuhkan lesi yang ada, mencegah timbulnya lesi baru dan komplikasi pembentukan skar serta menghindari munculnya efek gangguan kualitas hidup akibat AV.Tata laksana AV memiliki pendekatan multitarget dengan tujuan mengatasi patogenesis akne yang multifaktor. Terdapat beberapa modalitas terapi sebagai adjuvan pada AV, yaitu terapi yang ditambahkan saat terapi lini pertama diberikan.
Diagnosis lainnya adalah kelainan pigmentasi kulit, misalnya melasma, yaitu bercak kecoklatan sampai dengan keabuan di wajah, umum ditemukan pada individu Asia, termasuk Indonesia. Di negara Asia Tenggara, prevalensi melasma mencapai 40% pada wanita dewasa. Melasma dapat mengganggu penampilan seseorang bahkan dapat menurunkan kualitas hidup.
Penuaan kulit adalah proses berubahnya struktur dan penurunan fungsi fisiologis kulit yang secara bermakna pada usia dekade ke-4 dan ke-5.10,11 Penuaan kulit yang dialami seseorang merupakan kombinasi penuaan secara fisiologis dan patologis. Penuaan fisiologis atau penuaan intrinsik adalah perubahan secara fisiologis yang tidak dapat dihindari seiring waktu dan pasti terjadi pada setiap orang. Di sisi lain, penuaan patologis atau penuaan ekstrinsik merupakan penurunan kondisi kulit yang abnormal. Rokok, polusi, dan radiasi sinar ultraviolet (UV) dapat menyebabkan penuaan ekstrinsik. Radiasi sinar UV merupakan penyebab utama penuaan ekstrinsik sehingga dapat disebut juga sebagai photoaging.

About the Author: admin

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *