PROSIDING KONFERENSI NASIONAL ILMU POLITIK: “Tantangan Demokrasi Indonesia dan Global di Era Politik Oligarki, Digital dan Krisis Iklim”
PROSIDING KONFERENSI NASIONAL ILMU POLITIK: “Tantangan Demokrasi Indonesia dan Global di Era Politik Oligarki, Digital dan Krisis Iklim”

TELAH TERBIT

TIM REDAKSI
Reviewer & Editor:
Irwansyah, S.I.P, MA., Ph.D (UI) Prof. Dr. Amalinda Savirani S.I.P., MA. (UGM) Ika Idris, Ph.D (Monash University, Indonesia) Dra. Riaty Raffiudin, MA., Ph.D (UI) Lina Rintis Susanti, S.I.P., M.Si (UI)
Desain Cover & Layout:
Ken Budha; Lina Rintis Susanti


SUSUNAN KEPANITIAAN
Komite Pengarah:
Dra. Riaty Raffiudin, MA., Ph.D Irwansyah, S.I.P, MA., Ph.D
Komite Penyelenggara:
Dra. Riaty Raffiudin, MA., Ph.D (Ketua); Lina Rintis Susanti; Sri Herawati Andri Priyatna; Retno Amriyanti Agie Bachtiar; Annisa Fadhillah Ivone; Karno

viii, 163 hlm; A4 (21cm x 29,7 cm)

e-ISBN: 978-634-244-096-4 (PDF)

Prosiding Konferensi Nasional Ilmu Politik ini menghimpun beragam pemikiran kritis, temuan riset, dan gagasan inovatif mengenai kondisi demokrasi Indonesia dan dunia di tengah menguatnya politik oligarki, percepatan digitalisasi, serta eskalasi krisis iklim. Dalam konteks politik nasional maupun global yang semakin kompleks, karya-karya dalam prosiding ini menghadirkan analisis mendalam terhadap bagaimana relasi kekuasaan, teknologi, dan lingkungan hidup saling berkelindan membentuk arah demokrasi kontemporer.

Melalui kontribusi para akademisi, peneliti, dan mahasiswa pascasarjana, prosiding ini mengulas tantangan struktural seperti dominasi elite ekonomi-politik, ketimpangan dalam representasi publik, serta melemahnya institusi demokratis. Di sisi lain, teknologi digital dibahas sebagai ruang kompetisi baru yang menghadirkan peluang partisipasi sekaligus ancaman disinformasi, pengawasan, dan polarisasi politik.

Isu krisis iklim menjadi sorotan penting dalam prosiding ini, terutama terkait bagaimana perubahan lingkungan global mendorong negara-negara melakukan reorientasi kebijakan, menciptakan konflik baru, dan menuntut transformasi tata kelola demokratis yang lebih responsif dan berkeadilan ekologis.

Dengan pendekatan multidisipliner, prosiding ini tidak hanya menawarkan kritik terhadap dinamika demokrasi yang sedang berlangsung, tetapi juga memberikan berbagai rekomendasi dan model alternatif untuk memperkuat demokrasi di masa depan. Karya ini menjadi sumber rujukan penting bagi akademisi, pembuat kebijakan, dan publik yang ingin memahami arah perkembangan demokrasi Indonesia dan global pada era oligarki, digitalisasi, dan krisis iklim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *